Pengantar Bisnis

BAB I
POLA KEGIATAN DUNIA BISNIS :
SATU GAMBARAN UMUM

bisnisPerekonomian modern merupakan perekonomian uang dengan salah satu cirri penting adalah : setiap orang melakukan spesialisasi dalam pekerjaannya dan memperoleh pendapatan. Dengan pendapatan ini mereka membeli barang dan jasa yang dibutuhkannya. Adanya permintaan ini merupakan dorongan pertama yang menyebabkan perusahaan dikembangkan. Dorongan yang kedua adalah keinginan para pengusaha untuk mendapat pendapatan dan keuntungan dari kegiatan memproduksi barang dan jasa.

Kegiatan perusahaan menghasilkan barang dan jasa memerlukan faktor-faktor produksi. Faktor produksi atau sumber-sumber daya, dibedakan dalam empat jenis :
Tanah dan kekayaan alam
Modal
Tenaga kerja dan kewirausahaan
Pengusaha akan menggunakan keahlian kewirausahaannnya untuk mengorganisasi tanah, modal , dan tenaga kerja dalam memproduksi barang dan jasa.
Gambar: Aliran fiisk (barang dan faktor produksi) dan keuangan (pendapatan dan pembelanjaan) dalam perekonomian pasar bebas.
Peranan Perusahaan dan Pengusaha Swasta dalam Perekonomian Tergantung Kepada Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga bentuk:
Sistem Pasar Bebas
Sistem pasar bebas adalah perekonomian yang diatur oleh interaksi para penjuak dan pembeli di pasar. Sistem ini sangant ideal tetapi tidak ada dalam praktek.
Sistem Perencanaan Pusat
Sistem perencanaan pusat adlah sistem ekonomi di aman seluruh kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah melalui Badan Perencanaan Pusat (central planning). Pada masa lalu sistem ini digunakan di negara-negara komunis (dimulai Rusia). Sekarang ni hanya Korea Utara dan Kuba yang mengguanakan sistem ini.
Sistem Perekonomian Campuran
Sistem ini banyak digunakan oleh berbagai negara di dunia. Dalam sistem perekonomian campuran perusahaan swasta sangat penting peranannya dalam melakukan dan mengembangkan kegiatan ekonomi. Pemerintah berperan dalam bidang-bidang tertentu.

Lapangan usaha dalam Perekonomian
Kegiatan perusahaan dalam perekonomian dibedakan kepada berbagai lapangan usaha, yakni dalam bidang pertanian, pertambangan, industri pengolahan, pembangunan, penyediaan listrik, gas dan air, dan berbagai sektor jasa (pengangkutan, perdagangan, jasa keuangan, dan administrasi pemerintahan). Peranan berbagai lapangan usaha ini dalam perekonomian akan mengalami perubahan dalam perekonomian yang mengalami perkembangan. Dalam perekonomian yang belum berkembang sektor pertanian sangat penting. Makin maju perekonomian, makin maju sektor industri pengolahan dan jasa-jasa. Dalam perekonomian yang sangat berkembang (seperti Amerika Serikat), sektor jasa sangat penting.

BAB II
BENTUK BADAN USAHA DAN PERKEMBANGAN BADAN USAHA

Perusahaan Milik Perseorangan dan Perkongsian
Dari segi jumlah perusahaan, perusahaan perseorangan dan perkongsian merupakan perusahaan yang paling banyak terdapat dalam perekonomian, termasuk di Indonesia. Kebaikan utama dari bentuk perusahaan ini adalah mudah didrikan, modal yang diperlukan tidak terlalu besar, pengelolaannya fleksibel dan rahasia tersimpan baik. Untuk perusahaan perkongsian lebih banyak modal dapat dikumpulkan, keahlian lebih beragan dan umur perusahaan lebih panjang. Keburukannya adalah pertanggungjawaban tidak terbatas, keahlian manajerial terbatas, dan kelangsungan hidup perusahaan terbatas.

Perusahaan Berbentuk Perseroan Terbatas
Dari segi nilai produksi dan penjualannya, perusahaan perseroan terbatas merupakan perusahaan yeng paling penting dalam perekonomian. Perusahaan ini pada umumnya jauh lebih besar dari perusahaan perseorangan dan perkongsian. Kebaikan terpenting dari perusahaan perseroan adalah tanggung jawab terbatas, modal mudah ditunaikan, lebih mudah memperoleh modal dan para pekerjanya lebih professional, dan saham perusahaan dapat diperjualbelikan. Terdapat pemisahan di antara pemilik (pemegang saham) dengan pimpinan perusahaan. Untuk mengendalikan kegiatan perusahaan, para pemilik saham akan memilih anggota Dewan Komisaris. Mereka diberi tugas untuk merumuskan kebijakan dasar perusahaan dan mengawasi kegiatan pimpinan perusahaan yang biasanya terdiri dari tenaga kerja yang keahliannya sangat tinggi dan sangat profesional.

Tiga Jenis Badan Usaha Lain
Tiga jenis perusahaan lain yang terdapat dalam perekonomian adalah :
Perusahaan pemerintah (BUMN)
Sebagian BUMN diorganisasikan seperti perseroan terbatas, tetapi sebagian besar saham dimiliki oleh pemerintah. Oleh karena itu pengaruh pemerintah terhadap kegiatan perusahaan masih sangat penting.
Koperasi
Walaupun pemimpin-pemimpin Indonesia pada masa mencapai kemerdekaan menginginkan agar kopersi memegang peranan penting dalam menjalankan kegiatan ekonomi, pada kenyataannya perkembangan koperasi yang sebenarnya adalah lebih lambat dari yang diharapkan
Badan Usaha
Badan usaha ini kurang menekankan usaha mecari keuntungan.

Perkembangan Organisasi Perusahaan
Dalam perekonomian yang berkembang sebagian perusahaan juga mengalami perkembangan yang adakalanya lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Perkembangan ini adakalanya mendorong perkembangan organisasi perusahaan. Bebrapa perusahaan di negara maju mengembangkan anak perusahaan di negara lain. Perusahaan seperti itu dinamakan perusahaan multinasional. Ada perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan lain dan mendirikan perusahaan baru. Perusahaan ini dinamkan perusahaan patungan (joint venture).

Beberapa Kasus Lain dari Perkembangan Organisasi Perusahaan
Apabila suatu perusahaan bergabung dengan suatu perusahaan dan menjadi satu perusahaan baru, maka tindakan ini dinamakan merger atau penggabungan. Sedangkan perusahaan yang membeli perusahaan lain, tetapi mempertahankan entitas setiap perusahaan, dinamakan pengambilalihan atau acquisition. Perusahaan yang diambil alih pemerintah dinamakan divestasi. Suatu perusahaan yang memberi lisensi kepada perusahaan-perusahaan lain untuk beroperasi atas namanya di berbagai tempat, dikatakan franchising.

BAB III
LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN DUNIA USAHA

Arti Lingkungan Perusahaan dan Faktor Utamanya
Yang dimaksudkan dengan lingkungan perusahaan atau iklim perusahaan adalah kegaitan-kegiatan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi kegiatan operasinya. Lingkungan perusahaan dapat dibedakan kepada dua golongan:
Lingkungan pasar
Lingkungan pasar merupakan aspek-aspek yang secara langsung mempengaruhi kegiata suatu perusahaan.
Jenis-jenis Lingkungan Pasar
Faktor-faktor utama yang digolongkan sebagai lingkungan pasar adalah :
• Langganan
• Para pekerja
• Penyedia bahan mentah
• Sumber modal
• Perusahaan yang menjadi saingan dan menjadi partner
Faktor lingkungan pasar ini dapat menimbulkan pengaruh penting kepada kesuksesan dan keuntungan operasi perusahaan.
Lingkungan bukan pasar
Lingkungan bukan pasar meliputi berbagai faktor yang mempengaruhi dunia bisnis secara keseluruhan.
Terdapat banyak faktor yang dapat digolongkan sebagai lingkungan bukan pasar. Yang terpenting di antaranya adalah :
• Kestabilan politik
• Kestabilan ekonomi
• Kebijakan pemerintah
• Peraturan dan undang-undang
• Organisasi perburuhan dan organisasi masyarakat lain
• Cirri-ciri demografis dan faktor sosial-budaya
• Keadaan perekonomian dan politik global

Kestabilan Politik, Ekonomi, dan Kebijakan Pemerintah
Faktor ini sangat penting untuk menciptakan iklim usaha yang baik dan menggalakkan perkembangan dunia usaha. Tanpa kestabilan ekonomi dan plitik sangat sukar bagi perusahaan untuk berfungsi dengan baik dan menjalankan kegiatannya. Di banyak negara perkembangan ekonomi dan kegiatan bisnis sangat erat hubungannya dengan kestabilan politik dan ekonomi. Sebaliknya, pengalaman di banyak negara membuktikan bahwa kemunduran kegiatan ekonomi dan bisnis disebabkan karena kekacuan politik dan inflansi yang serius. Di samping kestabilan ekonomi dan politik, di negara-negara berkembang kebijakan pembangunan pemerintah sangat oenting peranannya dalam menunjang dan menggalakkan perkembangan kegiatan perusahaan. Sebagai contoh, perkembangan infrastruktur akan mendorong perkembangan kegiatan usaha.

Faktor Lain Yang Mendukung atau Mengahambat Kegiatan Dunia Usaha
Faktor-faktor di dalam suatu negara seperti cirri-ciri dan kegiatan organisasi perburuhan, sikap berbagai golongan masyarakat lain, faktor demografi dan sosial budaya dan membentuk hukum serta kepastian hukum dan pelaksanaan hukum dapat mendorong atau menghambat kegiatan perusahaan.

Faktor dari Luar Negara
Dari luar negara faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha adalah perkembangan persaingan dan kemempuan untik bersaing, pertumbuhan di negara lain dan perkembangan pasar yang ditimbulkannya, kegairahan modal asing untuk melakukan investasi ke dalam negara dan perkembangan politik dunia. Dalam era globalisasi ini kemampuan untuk menghasilkan barang yang baik, meningkatkan teknologi dan produktivitas, melakukan penetrasi ke pasar baru, menekan biaya produksi dan bersaing dengan sukses merupakan beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh dunia bisnis di dalam negeri untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan negara lain.

BAB IV
PERANAN DAN FUNGSI MANAJEMEN

Fungsi-fungsi Manajemen
Kesuksesan kegiatan perusahaan sanga bergantung kepada keefektifan dan efisiensi manajemen. Menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik merupakan syarat untuk mencapai keefektifan dan efisiensi kegiatan perusahaan. Fungsi-fungsi manajemen dibedakan menjadi empat bidang atau unsure, yaitu :
Perencanaan
Dalam perencanaan perlu dipikirkan sasaran (tujuan perusahaan jangka panjang) dan tujuan, yaitu hal yang ingin dicapai dalam jangka pendek. Supaya sasaran dan tujuan adalah sesuai dengan kemampuan perusahaan, sasaran dan tujuan tersebut harus disesuaikan dengan faktor-faktor produksi yang dimiliki perusahaan dan lemempuan perusahaan dalam menyediakn dana opersinya. Melalui kegiatan perencanaan dapatlah ditetntukan bentuk-bentuk kegiatan yang akan dijalankan di masa akan dating.
Pengorganisasian
Pengorganisasian meliputi dua kegiatan, yakni menentukan struktur organisasi perusahaan dan mengisi posisi yang terdapat dalam organisasi itu dengan pekerja-pekerja yang akan menjalankan tugas sesuai dengan yang ditentukan dalam struktur organisasi. Apabila fungsi pengorganisasian telah disempurnakan, perusahaan telah siap untuk menjalankan kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan.
Pengarahan
Melalui pengarahan para manajer akan membuat penugasan kepada para pekerja untuk menjalankan kegiatan mewujudkan tujuan perusahaan.
Pengawasan
Para manajer akan melakukan pengawasan untuk memastikan agar kegiatan-kegiatan yang ditugaskan kepada para pekerja dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Ciri Perencanaan dalam Perusahaan
Perencanaan dibedakan kepada perencanaan strategis, atau perencanaan jangka panjang, dan perencanaan taktis atau perencanaan jangka pendek. Sebelum perencanaan dilakukan, perlulah perusahaan menganalisis beberapa aspek mengenai kegiatannya dan lingkungannya seperti masalah pasar, keadaan persaingan, kemepuan operasinya (sumber-sumber yang tersedia), keadaan ekonomi di masa kini dan masa depan dan perkembangan perusahaan yang ingin diwujudkan. Berdasarkan data ini kemudian ditentukan sasaran dan tujuan perusahaan, Visi dan Misi kegiatan perusahaan, faktor-faktor produksi (termasuk dana) yang perlu disediakan dan cara-cara melaksanakan kegiatan perusahaan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.

Jenjang (hirarki) Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen

Keahlian yang Diperlukan
Tiga keahlian diperlukan untuk setiap jenjang manajemen, yaitu :
(a) Keahlian merumuskan konsep
Keahlian ini sangat diperlukan oleh manajemen untuk setiap tingkatan manajemen
(b) Keahlian teknik
Keahlian ini sangat diperlukan pada manajemen tingkat bawah
(c) Keahlian untuk berhubungan dengan manusia

Pembagian Wewenang dalam Manajemen
Dengan adanya jenjang manajemen, secara operasional fungsi-fungsi manajemen dapat dibagi-bagikan kepada bebrapa bagian. Bagian yang terpenting adalah manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan manajemen administrasi dan informasi.

BAB V
MENGORGANISASI PERUSAHAAN

Langkah-langakah dalam Mengorganisasi
Fungsi mengorganisasi merupakan fungsi kedua dari manajemen. Kegiatan mengorganisasi suatu perusahaan atau badan lain meliputi dua jenis kegiatan. Yang pertama adalah kegiatan menetukan struktur organisasi, yaitu jenjang-jenjang manajemen yang menetukan hubungan antara manajemen puncak denganmanajemen menengah, manajemen bawah, dan para pekerja. Langkah yang kedua adalah menetukan para pekerja yang akan menjalankan tugas di setiap posisi dan tanggung jawab yang harus mereka lakukan.

Bentuk Struktur Organisasi Perusahaan
Sifat perusahaan yang sangat berbeda membutuhkan organisasi yang berbeda pula. Pada dasarnya struktur organisasi perusahaan dapat dibedakan kepada tiga bentuk, antara lain :
Organisasi lini
Merupakan organisasi yang secara langsung dikelola oleh karyawan di atasnya. Pada umumnya keputusan seluruhnya ditangani oleh manajemen pusat.
Organisasi lini dan staf
Organisasi lini dan staf adalah gabungan antara organisasi lini dengan beberapa bagian dalam perusahaan yang tidak mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan, tetapi berfungsi sebagai penasehat kepada bagian lain terutama kepada manajemen puncak.
Organisasi matriks
Adalah organisasi lini yang dilengakapi oleh berbagai kelompok kerja atau tim yang mengurus proyek-proyek tertentu. Setiap proyek dikelola oleh seorang manajer dan anggota tim proyeknya diambil dari berbagai bagian lain dalam perusahaan.

Organisasi Formal dan Informal
Struktur organisasi formal terdiri dari tiga organisasi di atas. Sedangkan struktur organisasi informal, yaitu organisasi yang terbentuk sebagai hubungan sosial dan pribadi di antara para pkerja dalam perusahaan. Mendirikan klub untuk berolahraga atau melakukan kegiatan pengajian bersama merupakan contoh dari organisasi informal. Organisasi ini dapat menimbulkan efek baik atau buruk kepada perusahaan.

Kebutuhan Mengubah Organisasi
Dari waktu ke waktu perusahaan yang sukses akan berkembang yaitu produksi dan penjuakannya meningkat, pasar bertambah luas, pekerja bertambah banyak, dan investasi baru juga dilakukan. Apabila perusahaan belum bertambah besar akan timbul keperluan untuk mengubah struktur organisasi sesuai dengan perkembangan yang berlaku. Adakalanya, karena terus-menerus mengalami kerugian, perusahaan bertambah menyusut operasinya. Perubahan ini juga memerlukan perombakan organisasi.

Mengelola Organisasi Perusahaan
Setelah organisasi terbentuk dan pekerja-pkerja ditunjuk, tugas dan tngggung jawab mereka dapat ditentukan. Melalui organisasi, kegiatan-kegiatan yang perlu dijalankan harus didelegasikan kepada setiap pekerja dan spesialisasi kerja dijalankan. Dalam melakukan spesialisasi dan pendelegasian kekuasaan dua persoalan timbul, yaitu adakah organisai berjalan secara sentralisasi atau desentralisasi. Keputusan ini sangat erat hubungannya dengan struktur organisasi yang dibnetuk, yaitu apakah struktur organisasinya datar atau tinggi.

BAB VI
MENGELOLA KEGIATAN MEMPRODUKSI BARANG DAN JASA

Proses Produksi Barang dan Jasa
Barang merupakan benda yang dapat diraba, sedangkan jasa adalah benda yang tidak dapat dilihat dan diraba. Memproduksi barang biasanya merupakan kegiatan mengubah suatu barang atau sekumpulan barang menjadi barang lain. Barang yang diproses dapat berupa bahan mentah dari industru primer (seperti tepung dan papan). Barang yang dihasilkan dapat berupa barang setengah jadi atau barsang akhir. Produksi jasa terutama berlaku sebagai akibat kegiatan pengangkutan barang manusia, dan kegiatan perdagangan barang. Jasa juga tercipta sebagai akibat pendidikan, mencari kesehatan, memperoleh jasa keuangan dan jasa pemerintah.

Bentuk Jasa Produksi dan Keinginan yang Ingin Dicapai
Proses produksi dapat dibedakan kepada :
Proses analytic
Dalam proses ini satu barang dapat diproses menjadi jenis barang lain (misalnya karet menjadi alat pelampung, bola, dan sarung tangan).
Proses synthetic
Adalah proses membentuk suatu barang dari beberapa jenis bahan mentah (contohnya sepatu yang membutuhkan bahan perekat, karet, dan kulit)
Selanjutnya proses produksi dapat dibedakan kepada :
Proses continuous
Adalah proses yang terus menerus berlaku untuk menghasilkan barang yang sama. Contohnya adalah mesin penggilingan padi atau proses membuat sarung tangan karet.
Proses intermitten
Adalah proses produksi di mana mesinnya selalu disesuaikan dengan bentuk barang yang ingin dibuat. Contohnya adalah mesin yang digunakan untuk membuat perabot.
Setiap proses produksi mempunyai tiga tujuan penting : menigkatkan efisiensi, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kualitas.

Merencanakan Kegiatan Produksi
Beberapa kegiatan memproduksi sangat kompleks dan menggunakan peralatan produksi yang sangat mahal. Dalam kasus yang demikian kegiatan memproduksi perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya. Persiapan untuk melakukan kegiatan memproduksi meliputi hal-hal berikut:
 Memprakirakan permintaan
 Merencanakan kapasitas memproduksi
 Menentukan lokasi untuk kegiatan memproduksi
 Menentukan tata letak mesin-mesin untuk memproduksi

Mengelola dan Mengendalikan Proses Produksi
Pengelolaan inimeliputi dua kegiatan utama : menentukan jadwal pekerjaan yang akan dilakukan dan melakukan manajemen terhadap inventori yang meliputi bahan mentah, barang yang sedang dan barang yang telah selesai diproses. Untuk membantu pelaksanaan kegiatan memproduksi barang , dapat digunakan dua alat penjadwalan, yaitu dengan menggunakan diagram Gantt dan dengan menggunakan diagram PERT.
Dalam mengelola dan mengatur barang inventori, yaitu bahan mentah, barang yang sedang diproses dan barang jadi harus diusahakan agar pembelanjaan untuk tujuan tersebut diminimumkan tetapi proses produksi tetap berjalan secara efisien dan permintaan pelanggan dapat dipenuhi dengan negara.

BAB VII
MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA

Peranan Sumber Daya Manusia (Tenaga Kerja) dalam Kegiatan Perusahaan
Menghasilkan barang dan kegiatan perusahaan lain memerlukan faktor-faktor produksi. Akan tetapi faktor-faktor produksi lain tidak akan dapat digunakan secara efektif apabila sumber daya manusia tidak melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan mengoperasikan alat-alat produksi secara efisien. Hal ini menunjukkan betapa pentinganya peranan bagian sumber daya manusia dalam organisasi perusahaan. Bagian ini p[erlu mengisi organisasi perusahaan dengan tenaga-tenaga kerja dan tenaga ahli yang sesuai dengan yang diharapkan.

Menyiapkan Tenaga Kerja yang Sesuai dengan yang Dibutuhkan Perusahaan
Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengisi tenaga kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan :
Perencanaan ketenagakerjaan, yaitu menetukan pekerja yang diperlukan
Melakukan usaha perkrutan yang meliputi menggalakan orang dan melakukan seleksi
Melakukan orientasi, pelatihan, dan pendidikan agar pekerja mempunyai kemahiran sesuai dengan yang diperlukan.
Melakukan renumerisasi yagn diberikan kepada setiap pekerja.

Meningkatkan Motivasi Kerja
Selain memberi kompensasi yang memadai, perusahaan harus pula berusaha meningkatkan motivasi kerja para pkerjanya. Untuk memahami faktor-faktor yagn mendorong daya kerja seseorang dalam suatu organisasi, beberapa studi telah dilakukan mengenai kelakuan dan sikap pekerja di berbagai perusahaan semenjak awal abad ke-20. Hasil studi tersebut ditegaskan berikut :
Teori Henry Fayol berkeyakinan bahwa pembayaran berupa uang merupakan motivasi utama para pkerja dalam menjalankan kegiatannya.
Teori Maslow, teori ini menerangkan tentang jenjang kebutuhan. Menurut Maslow kebutuhan para pekerja dapat dibedakan kepada lima jenis dan kepentingan masing-masing kebutuhan ini dapat digambarkan seperti piramid, yaitu kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, kepentingan relatifnya lebih rendah. Kelima kebutuhan tersebut, yang ditentukan oleh urutan kepentingannya adalah: kebutuhan pshysiological, kebutuhan security, kebutuhan social, kebutuhan penghargaan (esteem) dan kebutuhan self-actualization.

Menjalin Hubungan Baik dengan Organisasi Pekerja
Perselisihan dengan organisasi pekerja adakalanya tidak dapat dielakkan. Manajemen harus berusaha agar hubungan di antara perusahaan dan pkerja tetap harmonis dengan cara menyelesaikan perselisihan secara musyawarah. Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka langkah berikutnya adalah melakukan perundingan resmi antara manajemen dan organisasi pekerja. Perundingan ini dinamakan collective bargaining. Apabila perundingan ini gagal, organisasi pekerja biasanya menganjurkan hal-hal berikut : menjalankan mogok, melakukan boikot, atau mempublikasikan tututan mereka.

BAB VIII
PERANAN PEMASARAN DAN BENTUK-BENTUK KEGIATANNYA

Definisi pemasaran dan Cakupan Kegiatan
Pada masa ini perusahaan sangat menekankan pada marketing concept, yaitu suatu keyakinan yang menekankan agar sikap perusahaan secara keseluruhan menekankan kepada melayani keinginan pasar untuk menjamin agar perusahaan terus-menerus mancapai keuntungan dalam jangka panjang. Sesuai dengan tujuan ini kegiatan pemasaran telah menjadi sangant kompleks dan perlu melaksanakan kegiatan yang dikenal sebagai marketing mix, yaitu 4P: product, pricing, place, and promotion. Sesuai dengan prinsip ini pemasaran selalu didefinisikan sebagai sekumpulan kegiatan yang saling berhububgan, yang disusun dengan tujuan untuk mengetahui kebutuhan konsumen, dan seterusnya mengembangkan barang tersebut, menentukan harganya, mendistribusikannya, dan mempromosikannya.

Sumbangan Pemasaran Kepada Masyarakat dan Perekonomian
Pemasaran membantu masyarakat untuk meningkatkan kepuasannya dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Melalui pemasaran masyarakat akan menukar uangnya dengan barang dan kegiatan ini menimbulkan surplus konsumen. Pemasaran dan pembelanjaan yang dilakukan masyarakat sebagai akibat usaha pemasaran tersebut akan menimbulkan utilitas waktu, utilitas tempat, utilitas pemilikan, dan utilitas bentuk. Kepada perekonomian, pemasaran akan memberikan sumbangan untuk meningkatkan penjualan barang dan jasa, meningkatkan perkembangan ekonomi dan mempercepat pertumbuhan, memacu perkembangan teknologi, dan mendorong perkembangan barang baru.

Strategi Mengembangkan Barang
Langkah pertama kegiatan perusahaan untuk berbisnis adalah menciptakan barang. Untuk menciptakan suatu barang yang yang sesuai dengan kebutuhan pasar, perlu dilakukan langkah berikut :
a) Mengumpulkan ide
b) Menilai kesesuaian berbagai ide yang dikembangkan
c) Membuat penilaian atas barang yang akan dikembangkan
d) Membuat model atau contoh barang
e) Melakukan ujian terhadap sikap konsumen terhadap barang yang diperkenalkan
f) Memasarkan barang yang baru diproduksikan
Dalam memasarkan barang perlu diperhatikan konsep value package, yaitu menciptakan penampilan barang yang cukup menarik dan dapat mengundang minat konsumen untuk membeli.

Strategi Mempromosikan Barang
Setelah menguasai strategi mengembangkan barang, strategi penetapan harga, dan strategi pendistribusian barang, maka perlu juga diterapkan strategi mempromosikan barang. Kegiatan promosi ini dapat dilakukan melalui beberapa cara sebagai berikut:
Pengiklanan (advertensi) dapat dilakukan dengan menggunakan billboard atau melalui advertensi di surat kabar dan majalah. Kadang-kadang advertensi dilakukan melalui media radio dan televisi. Pengiklanan juga dilakukan dalam Yellow Pages.
Menggunakan brosur langsung kepada konsumen melalui pos atau dengan cara memberikan secara langsung.
Penjualan langsung. Hal ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memproduksi barang yang mahal dan barang dibuat menurut selera konsumen. Wakil produsen akan mendatangi para konsumen untuk menawarkan barangnya.
Publisitas. Ini dilakukan oleh surat kabar, majalah, dan televisi. Dengan menulis mengenai organisasi/perusahaan yang menghasilkan barang atau menulis barang yang diproduksikan, publisitas tersebut telah membantu memperkenalkan barang yang sedang dipromosikan.

BAB IX
MENGELOLA KEUANGAN PERUSAHAAN: AKUNTANSI DAN FUNGSINYA

Definisi Akuntansi dan Bidang Liputannya
Akuntansi merupakan satu sistem menyimpan informasi keuangan untuk dianalisis dan digunakan sebagai dasar untuk mengambil tindakan bagi memperbaiki posisi keuangan suatu perusahaan. Sistem akuntansi meliputi :
1. Kegiatan mencatat data
2. Menerjemahkan data
3. Mendistribusikan data
Catatan arus keuangan yang dibuat dalam akuntansi dapat digunakan untuk membantu manajemen menjalankan fungsi pengawasan terhadap kegiatan perusahaan. Sebagai alat pengawasan perusahaan, akuntansi bukan saja penting di perusahaan swasta tapi juga di perusahaan pemerintah.

Pernyataan Keuangan dan Informasi yang Disediakan
Pernyataan ialah suatu bentuk laporan yang memberi informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu hari tertentu dan hasil kagiatan perusahaan pada suatu periode tertentu. Dalam pernyataan keuangan akan didapati informasi berikut:
Neraca keuangan: nota keuangan yang meringkaskan kedudukan keuangan perusahaan. Pada dasarnya neraca keuangan menggambarkan jumlah kekayaan, utang dan modal apda suatu tanggal tertentu.
Laporan laba/rugi: suatu pernyataan keuangan yang menggambarkan pendapatan yang diteriama, pembelanjaan yang dilakukan dan alba yang diperoleh atau rugi yang ditanggung dalam suatu periode tertentu.
Laporan sumber dan penggunaan dana: laporan ini menerangkan jumlah data dan sumber dana yang diperoleh, dan pengguanaan dana yang berlaku dalam suatu periode tertentu.

Analisis keuangan dan Penerbitan Laporan Keuangan
Analisis keuangan akan selalu diterbitkan dan didistribusikan kepada berbagai golongan masyarakat. Pengguna analisis keuangan meiputi pemakai internal dan pemakai eksternal. Analisis keuangan akan memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan, yaitu apakah kedudukan keuangan perusahaan adalah kuat atau sedang menghadapi masalah. Terdapat beberapa bentuk analisis keuangan, yaitu: analisis rasio lancar, analisis rasio utang, analisis rasio laba, dan analisis rasio inventaris.

Manajemen Keuangan Perusahaan
Melalui data keuangan manajer keuangan dapat mengawasi kedudukan keuangan perusahaan. Beberapa aspek dari kedudukan keuangan perusahaan perlu diperhatikan. Keadaan keuangan yang terutama harus diperhatikan adalah kedudukan aktiva (harta) perusahaan, kedudukan modal perusahaan, kedudukan laba-rugi, dan cara mengahadapi resiko agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang tidak dapat diramalkan.

Pengawasan Keuangan
Beberapa cara dapat digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap kedudukan keuangan perusahaan. Cara yang pertama adalah dengan menentukan auditor yang berasal dari dalam perusahaan dan dari luar perusahaan. Seterusnya perusahaan perlu pula membuat anggaran belanja tahunan dan menentukan standar biaya untuk menilai apakah biaya produksi terlalu tinggi atau terlalu rendah.

BAB X
TEKNOLOGI KOMPUTER DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Peranan Teknologi dan Komputer dalam Perusahaan
Sistem komputerisasi yang digunakan di perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar, sangat membantu meningkatkan efisiensi administrasi perusahaan. Dengan menggunakan keyboard, dan beberapa klik dalam komputer, informasi yang diperlukan dapat ditampilkan pada layar komputer. Hal ini berbeda sekali dengan cara penyimpanan informasi sebelum komputer diguanakan. Senua informasi perlu ditulis di atas kertas, diarsipkan dan diklasifikasikan di berbagai dokumen. Waktu yang cukup lama dibutuhkan untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Melalui penyimpanan berbagai informasi dalam komputer, efisiensi administrasi dapat juga ditingkatkan dan pengelolaannya menjadi jauh lebih sederhana.

Perbedaan Data dan informasi dalam Manajemen
Dalam memahami konsep informasi dalam dunia bisnis, perlu hendaknya dipahami perbedaan antar data dan informasi. Data merupakan fakta-fakta yang masih mentah dan dikumpulkan berdasrkan penggolongan yang ditentukan oleh badan yang mengumpulkan fakta tersebut. Oleh sebab itu fakta tersebut bersifat umum dan dapat digunakan oleh semua orang. Sedangkan informasi merupakan data atau informasi yang sudah diorganisasi dan disesuaikan dengan kebutuhan yang menggunakannya. Dengan demikian informasi merupakan fakta-fakta yang dapat digunakan untuk membuat analisis mengenai persoalan yang dihadapi dan dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. Informasi yang berguna mempunyai ciri-ciri relevan, lengkap, dan cepat disesuaikan dengan perkembangan data.

Informasi yang Dapat Dikumpulkan dalam Komputer
Kemajuan yang telah dicapai dalam pengguanaan komputer untuk kebutuhan perusahaan menyebabkan alat tersebut dapat digunakan untuk berbagai tujuan, yaitu bukan saja untuk menyimpan informasi, tetapi juga mengumpulkan informasi, membantu membuat perhitungan, membantu membuat desain, digunakan untuk kegiatan pemasaran dan riset pemasaran dan juga untuk mengembangkan perusahaan melalui media komputer seperti mempromosikan penjualan ke pasaran internasional. Melalui komputer beberapa bentuk hubungan perdagangan dapat dikembangkan.

Sistem Informasi Manajemen
Dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan dalam manajemen untuk mengumpulkan data, memproses data tersebut dan menganalisisnya untuk menghasilkan dan menyajikan informasi sebagai landasan untuk pengambilan keputusan perusahaan. Sistem informasi manajemen dapat dibedakan kepada lima komponen, yaitu: sistem pemprosesan data, sistem pelaporan manajemen, sistem pendukdung pengambilan keputusan, sistem otomatis kantor, dan sistem pintar.

BAB XI
UANG, PENDANAAN KEGIATAN USAHA DAN
PERANAN SISTEM FINANSIAL

Peranan Dana dari Luar Perusahaan
Pada taraf awal perkembangan suatu perusahaan, dana menjalankan operasinya selalu berasal dari pemilik usaha tersebut sendiri. Dari dana luar sangat terbatas karena institusi keuangan belum mengenal perusahaan yang baru tersebut dan kurang berminat memberi pinjaman, Karena pinjaman tersebut beresiko tinggi, yaitu kemungkinan pinjaman tidak dibayar tinggi. Pinjaman biasanya diberikan kepada perusahaan yang sudah lama berkembang dan terkenal. Semakin maju suatu perekonomian, semakin banyak jenis perusahaan dan semakin besar ukuran perusahaan. Kebutuhan dana akan menjadi semakin meningkat. Peranan pendanaan dari luar menjadi semakin penting.

Fungsi dan Peranan Uang
Pendanaan berarti pengaliran uang ke dalam perusahaan sebagai akibat pinjaman yagn dilakukan, atau penjualan saham atau pengeluaran obligasi. Dari kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa uang penting peranannya dalam operasi perusahaan. Oleh sebab itu, di samping memahami institusi keuangan dan pasaran keuangan (financial), perlu pula kita mengerti beberapa aspek mengenai uang. Untuk mengetahui sampai di mana pentingnya peranan uang dalam perekonomian, perlu dilihat fungsi uang dan peranan uang. Fungsi uang dalam perekonomian adalah:
Menjadi alat perantara pertukaran
Sebagai unit perhitungan nilai
Sebagai alat untuk pembayaran tertunda
Sebagai alat penyimpanan nilai
Sedangkan peranan uang adalah:
Uang yang berlebihan dalam perekonomian dapat menimbulkan inflasi,tetapi sebaliknya
Uang yang kurang mencukupi dapat mengakibatkan pengurangan dan perlambatan dalam kegiatan ekonomi
Dengan demikian menyediakan uang yang cukup memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian.

Kebutuhan Dana dalam Operasi Perusahaan
Setelah perusahaan mulai menjalankan operasinya dan menjadi semakin berkembang, keperluan dana menjadi semakin meningkat. Kebutuhan dana dalam perusahaan dapat dibedakan kepada dua golongan:
1) Kebutuhan jangka pendek
Kebutuhan ini terutama adalah untuk digunakan sebagai modal kerja.
2) Kebutuhan jangka panjang
Dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan memerlukan dana untuk mengembangakan perusahaan, yaitu melakukan pembesaran usaha dan melakukan investasi baru. Modal jangka panjang dapat diperoleh dari sumber berikut: membiayai sendiri investasi yang dilakukan, meminjam dari institusi keuangan, mengeluarkan obligasi, dan mengeluarkan saham.

Sistem Finansial dan Peranannya
Sistem financial dapat didefinisikan sebagai kumpulan institusi yang kegiatan utamanya mengalirkan dana dari penabung kepada pengguan tabungan, dan institusi yang kegiatannya mempertemukan pihak yang ingin membeli harta keuangan. Institusi yang mengeluarkan dana dari penabung kepada pemakai tabungan tergolong sebagai institusi keuangan. Contoh institusi keuangan adalah bank umum, bank tabungan, perusahaan asuransi, dan perusahaan finance. Bank umum merupakan institusi keuangan yang paling penting. Sedangkan pasar financial adalah institusi yang mempertemukan pihak-pihak yang menjual harta keuangan dengan pihak-pihak yang membeli harta keuangan. Yang termasuk dalam pasar keuangan (pasar finansial) adalah pasar uang, pasar saham dan pasar obligasi. Pasar saham dan pasar obligasi dinamakan juga sebagai pasar modal.

BAB XII
PERTIMBANGAN ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
DALAM MENGELOLA PERUSAHAAN

Pertimbangan Etika dan Tanggung Jawab Sosial dalam Mengelola Perusahaan
Hubungan yang harmonis, saling menghargai, dan saling menguntungkan harus didasarkan pada pertimbangan etika dan rasa tanggung jawab kepada masyarakat yang dalam kontels bisnis dikenal sebagai tanggung jawab sosial. Dalam menjalankan kegiatannya perusahaan-perusahaan dikhendaki untuk melakukan kegiatan secara etis dan mempertimbangkan masalah pertanggungjawaban sosial. Berbagai contoh dapat ditujukan untuk membuktikan bahwa apabila perusahaan tidak mempertimbangkan etika dan tanggung jawab sosial, kegiatan perusahaan akan sangat merugikan masyarakat. Pemotongan kayu tropika yang mengakibatkan banjir merupakan contoh dari akubat kegiatan perusahaan yang merugikan masyarakat.

Teori-teori yang Menjadi Dasar Pemikiran Etis
Teori atau pandangan terutama adalah :
Pendekatan utilitarian  pemikiran yang berpendapat bahwa sesuatu tindakan dipandang baik apabila jumlah orang yang memeperoleh keuntungan jauh lebih besar daripada yang menderita kerugian.
Pendekatan perilaku  dua prinsip perlu digunakan sebagai dasar bertindak. Yang pertama adalah niat yang baik secara dasar untuk menjalankan berbagai tindakan. Yang kedua ialah tindakan harus didasarkan pada peraturan yang universal, yaitu berlaku pada sisapa pun tanpa membedakan.
Pendekatan hak individu  pada dasarnya pendekatan ini berpendapat bahwa setiap keputusan yang dibuat harus menghormati hak-hak individu, asal saja tindakan individu tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Pendekatan keadilan  pendekatan ini menekankan tentang perlunya menggunakan prinsip keadilan dalam mengambil keputusan. Sesuai dengan prinsip ini setiap orang harus diperlakukan sama dan memperoleh kesempatan yang sama.
Pendekatan Islam  dalam falsafah etika Islam, terdapat lima prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu: kesatuan, kesamaan, keinginan, tanggung jawab, dan kemurahan hati.

Pertimbangan Etika dalam Pengambilan Keputusan Perusahaan
Dalam menjalankan jegiatan usaha, para manajer perlu mempertimbangkan beberapa prinsip tertentu. Yang terutama adalah: bersaing secara adil dan jujur, hubungan antara sesame pekerja dan pihak lain yang dekat dengan perusahaan harus transparan, dan tidak menimbulkan kesusahan pada orang lain. Di samping itu perlu diingat bahwa kelakuan beretika dapat berbeda dalam masyarakat yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat bersumber dari faktor perbedaan budaya, tingkat pengetahuan berbeda, dan kelakuan organisasi yang berbeda.

Beberapa Aspek Etika di Tempat Kerja
Menggalakan sikap yang beretika di tempat kerja dapat membantu mewujudkan hubungan yang harmonis di antara pekerja dan meningkatkan motivasi para pekerja. Pada akhirnya perusahaan akan memperoleh manfaat dari sikap ini. Manfaatnya antara lain adalah produktivitas dapat ditingkatkan dan keuangan dapat dikelola dengan lebih baik. Dalam perusahaan masalah kegiatan yang tak beretika selalu timbul. Faktor penting yang menimbulkannya adalah: persaingan ketat, iklim organisasi, dan perbedaan nilai etika di antara pegawai. Untuk mengatasi masalah kegiatan tak beretika dalam perusahaan, para manajer harus berlaku tegas dalam meanganinya.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Dalam usahanya mencari keuntungan sering sekali perusahaan melupakan efek dari tindakannya kepada pihak lain dan kepada masyarakat pada keseluruhan. Hal-hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya adalah:
Memperhatikan kepentingan masyarakat umum
Menjaga kelestarian lingkungan alam di sekitar kita
Menjaga kepentingan dan kesejahteraan pekerja
Menjaga kepentingan konsumen
Menjaga kepentingan pemegang saham
Menjaga agar setiap tindakan tidak menyalahi undang-undang

BAB XIII
MENGEMBANGKAN USAHA KECIL DAN PERANAN KEWIRAUSAHAAN

Definisi Usaha Kecil, Bidang Usahanya dan Sumbangannya
Usaha kecil adalah kegiatan usaha yang mempunyai modal awal yang kecil, dengan jumlah pekerja yang terbatas. Kegiatannya tersebar di berbagai lapangan usaha, di per\desaan, kota kecil, maupun kota besar. Di sektor pedesaan mereka menjalankan usaha pertanian, peternakan, perikanan, dan mengambil hasil hutan. Ada juga di antara mereka melakukan pekerjaan di sektor perdagangan (di pedesaan). Di kota-kota, terutama kota-kota besar, kegiatan usaha kecil terutama bergerak di sektor jasa seperti perdagangan, pengangkutan, hotel, dan restoran. Dalam lapangan usaha industri pengolahan, kegiatan usaha kecil terutama tertumpu kepada kegiatan industri menghasilkan barang makanan. Di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, usaha kecil sangat penting peranannya dalam perekonomian karena mewujudkan kesempatan kerja yang paling besar.

Wirausaha, Kewirausahaan, dan Motivasi Kegiatannya.
Wirausaha diartikan sebagai individu-individu yang mampu mendirikan suatu bisnis baru dan menjalankannya dengan sangat menguntungkan. Kemampuan dan kemahirannya untuk memotivasi pekerja dan menjalankan perusahaan secara efektif dan efisien, dinamakan kewirausahaan. Sifat kewirausahaan ini berkembang sebagai akibat kesungguhan individu-individu tertentu dalam mencari penyelesaian atas masalah usaha yang dihadapinya, menjalankan suatu kegiatan tertentu untuk memperoleh keuntungan dan berani mengahdapi resiko apabila usahanya yang baru tersebut mengalami kegagalan.

Mengembangkan Daya Cipta dan Melakukan Pembaruan
Memiliki daya cipta dan selalu berusaha mewujudkan pembaruan merupakan syarat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausaha yang sukses. Pembaruan yang dilakukan suatu perusahaan dapat dibedakan kepada tiga jenis :
Mewujudkan pasar baru
Menggunakan teknologi baru
Menetukan kegunaan baru untuk barang yang sudah ada

BAB XIV
PERDAGANGAN DAN HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL
DALAM ERA GLOBALISASI

Peranan Perdagangan Antarnegara Kepada Perekomomian
Sejak beberapa abad yagn lalu para ahli ekonomi telah menganalisis tentang peranan perdagangan luar negeri terhadap perekonomian suatu negara dan kesejahteraan masyarakat negara-negara yang melakukan perdagangan. Pada umumnya mereka mengemukakan keyakinan bahwa perdagangan luar negeri sangat berguna untuk suatu negara maupun untuk mengembangkan ekonomi global. Atas dasar ini mereka menggalakan kebijakan proteksi apabila sektor luar negeri menimbulkan efek buruk ke sektor dalam negeri.

Bentuk-bentuk Hubungan Ekonomi Antarnegara
Hubungan ekonomi antara berbagai negara tidak terbatas hanya pada melakukan kegiatan ekspor dan impor saja. Hubungan ekonomi antarnegara adalah lebih luas, yaitu meliputi hal-hal berikut: ekspor dan impor barang maupun jasa, penanaman modal asing, melakukan kegiatan pinjam-meminjam dan melakukan investasi portfolio.

Kebijakan Proteksi dan Tujuannya
Yang dimaksud dengan kebijakan proteksi adalah langkah pemerintah untuk mengurangi pemasukan barang dari negara-negara lain ke dalam suatu negara, kebijakan proteksi dapat dilakukan dengan cara langsung membatasi impor atau dengan cara tak langsung. Kebijakan secara langsung meliputi penggunaan tarif, menentukan kuota atau melakukan embargo. Sedangkan pembatasan secara tak lamgsung meliputi syarat-syarat tambahan untk mengimpor seperti perlu ada izin atau barang pertanian perlu dikarantina. Tujuan penting dari legiatan proteksi adalah :
Mengatasi masalah defisit dalam neraca pembayaran
Mengurangi pengangguran
Mendorong perkembangan industri baru
Melindungi kegiatan ekonomi tertentu

2 Responses

  1. makasih materinya ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: